Network File System

26 Aug

I. Tujuan
Sebagai acuan untuk prosedur sharing file di Linux dengan menggunakan NFS, artinya kita dapat melakukan mount partisi disk pada komputer remote seolah-olah berada di komputer lokal, fungsinya mirip dengan Samba.

Dimana salah satu PC Linux dapat dikonfigurasi agar berjalan sebagai NFS Server maupun NFS Client, seperti yang akan kita coba nanti. Pada contoh ini, akan dijalankan NFS Server pada komputer ber-IP 192.168.5.1, sedangkan client-nya adalah beberapa/semua komputer yang memiliki IP antara 192.168.5.1 sampai 192.168.5.255. Volume disk yang di-share adalah /archive

II. Cara Pengerjaan
SISI SERVER
1. Untuk menjalankan NFS Server, ada beberapa file konfigurasi yang harus diedit, yaitu :

/etc/exports list apa dan bagaimana suatu volume disk di-share.
/etc/hosts.allow menentukan komputer client mana saja
yang diperbolehkan untuk menggunakan service yang ada di komputer server.
/etc/hosts.deny menentukan komputer client mana saja
yang diperbolehkan untuk menggunakan service yang ada di komputer server.

2. Dengan menambahkan baris berikut baris berikut pada file /etc/exports pada komputer server (IP : 192.168.5.1)
# mkdir /archive
# chown oracle.oinstall /archive -R
# vi /etc/exports
/archive 192.168.5.1(ro,no_subtree_check) 192.168.5.2(rw,no_subtree_check)

artinya men-share /archive read-only untuk client 192.168.5.1, sedangkan client 192.168.5.2 mendapat akses read-write.
Sedangkan arti no_subtree_check adalah tidak akan dilakukan pengecekan apakah file yang diakses itu berada pada volume dan tree yang sesuai, tujuannya agar mempercepat transfer data

# vi /etc/exports
/archive 192.168.5.0/255.255.255.0(rw,no_subtree_check)

artinya memberikan akses /archive read-write pada semua client pada rentang IP 192.168.5.1 sampai 192.168.5.255 cukup tambahkan baris berikut.

3. Untuk menjalankan jalankan daemon-daemon yang diperlukan oleh NFS yaitu rpc.nfsd, rpc.lockd, rps.statd, rpc.mountd dan rpc.rquotad. Selain itu, NFS juga bergantung pada daemon portmapper, yang disebut portmap atau rpc.portmap. Skrip untuk menjalankan semua daemon tersebut biasanya sudah disediakan pada masing-masing distro Linux.

# service nfs start
Starting NFS services: [ OK ]
Starting NFS quotas: [ OK ]
Starting NFS daemon: [ OK ]
Starting NFS mountd: [ OK ]

# service portmap start
Starting portmap: [ OK ]

4. Agar daemon tersebut dapat dijalankan setiap kali booting.
# chkconfig nfs on
# chkconfig portmap on

5. Untuk memastikan apakah daemon tersebut sudah berjalan dan siap untuk menerima request.
# rpcinfo -p
program vers proto port
100000 2 tcp 111 portmapper
100000 2 udp 111 portmapper
100024 1 udp 881 status

SISI CLIENT
6. Untuk menjalankan NFS Client hanya dibutuhkan tiga daemon, yaitu portmap, lockd dan statd..
# mkdir /archive
# chown oracle.oinstall /archive -R
# mount 192.168.5.1:/archive /archive

7. Agar filesistem di atas di-mount setiap kali booting, tambahkan baris berikut pada file /etc/fstab.
# vi /etc/fstab
192.168.5.1:/archive /archive nfs rw,hard,intr 0 0

8. Karena setup di sisi server nantinya digunakan oleh user oracle ,maka test dapat dilakukan sebagai berikut.
a. Apakah punya hak akses read ?
$ ls /archive/
test2.txt test.txt

b. Apakah punya hak akses write ?
$ ls -la /archive/ > /archive/test3
$ ls /archive/
test2.txt test3 test.txt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: