Network File System

2 Sep

Sebagai acuan untuk prosedur sharing file di Linux dengan menggunakan NFS, artinya kita dapat melakukan mount partisi disk pada komputer remote seolah-olah berada di komputer lokal, fungsinya mirip dengan Samba.

Dimana salah satu PC Linux dapat dikonfigurasi agar berjalan sebagai NFS Server maupun NFS Client, seperti yang akan kita coba nanti. Pada contoh ini, akan dijalankan NFS Server pada

komputer ber-IP 192.168.5.1, sedangkan client-nya adalah beberapa/semua komputer yang memiliki

IP antara  192.168.0.1 sampai 192.168.0.255. Volume disk yang di-share adalah /backup/archive

============================
SISI SERVER
============================
1, menyiapkan folder yang akan dijadikan target
[root@linux1 ~]# mkdir /backup/archive
[root@linux1 ~]# chown oracle.oinstall /backup/archive -R

2. mendifinisikan folder dan hak akses
[root@linux1 ~]# vi /etc/exports
/backup/archive 192.168.0.0/255.255.255.0(rw,no_subtree_check)

keterangan :
artinya memberikan akses /archive read-write pada semua client pada rentang IP 192.168.0.1

sampai 192.168.0.255. Sedangkan arti no_subtree_check adalah tidak akan dilakukan pengecekan

apakah file yang diakses itu berada pada volume dan tree yang sesuai, tujuannya agar

mempercepat transfer data

3. Untuk menjalankan jalankan daemon-daemon yang diperlukan oleh NFS yaitu rpc.nfsd, rpc.lockd,

rps.statd, rpc.mountd dan rpc.rquotad. Selain itu, NFS juga bergantung pada daemon portmapper,

yang disebut portmap atau rpc.portmap. Skrip untuk menjalankan semua daemon tersebut biasanya

sudah disediakan pada masing-masing distro Linux.

[root@linux1 archive]# service nfs start
Starting NFS services:                                     [  OK  ]
Starting NFS quotas:                                       [  OK  ]
Starting NFS daemon:                                       [  OK  ]
Starting NFS mountd:                                       [  OK  ]
[root@linux1 archive]# service portmap start
Starting portmap:                                          [  OK  ]

4. Agar daemon tersebut dapat dijalankan setiap kali booting.
[root@linux1 archive]# chkconfig nfs on
[root@linux1 archive]# chkconfig portmap on

============================
SISI CLIENT
============================
5. test apakah dapat di mount ?
[root@linux1 /]# mkdir /u01/trans
[root@linux1 /]# mount 192.168.0.15:/backup/archive /u01/trans
[root@linux1 /]# su – oracle
[oracle@linux1 ~]$ cp ~/taku.ora /u01/trans/
[oracle@linux1 ~]$ exit
[root@linux1 /]# umount /u01/trans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: